Mengelola Risiko Dalam Pinjaman Online Terhadap Mahasiswa

Mengelola Risiko Dalam Pinjaman Online Terhadap Mahasiswa

Mengelola Risiko Dalam Pinjaman Online Terhadap Mahasiswa

1Muhammad Syafiq Haiban

Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

STEI SEBI

Email: haibanjeu@gmail.com

Dalam era digital ini, kemajuan tenologi informasi dan komunikasi berkembang pesat. Memeang perlu diakui bahwa dengan kemajuan tersebut  memberikan manfaat yang positif untuk masyarakat. Selain memberikan dampak positf, kemajuan teknologi juga banyak memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. Salah satu kemudahan dari kemajuan teknologi yang digemari masyarakat adalah kredit keuangan elektronik. Pinjaman online telah menjadi solusi finansial yang mudah diakses oleh masyarakat, diantaranya kalangan mahasiswa. Meskipun memberikan keringanan keuangan, perlu diakui bahwa pinjaman online memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan finansial dan kinerja akademik mahasiswa.

Pinjaman online merupakan salah satu layanan dari Financial Technology (Fintech) yang di gemari generasi muda. Sebagaimana data (fintech) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan mayoritas penerima pinjaman online (pinjol) di Indonesia merupakan anak muda. Menurut laporan Otoritas Jasa keuangan (OJK),  jumlah rekening penerima pinjol aktif berusia 19-34 tahun mencapai 10,91 juta penerima dengan nilai pinjaman sebesar Rp26,87 triliun pada Juni 2023. Kalau dilihat trend ke belakang, jumlah penerima pinjol ini meningkat 2,6% dibadingkan bulan sebelumnnya yang sebanyak 6,32 juta penerima. Jumlahnya juga naik 25,9% dibadingkan setahun sebelumnya yang sebanyak 8,67 juta penerima. Kemudian, di urutan kedua, disusul peminjam berusia 35-54 tahun dengan 6,49 juta dan pinjaman sebesar Rp 17,98 triliun pada juni 2023. Jumlah itu meningkat 2,7% secara bulanan dan 43,5% secara tahunan.

Pinjaman online telah menjadi alternatif finansial yang diminati, terutama di kalangan mahasiswa. Meskipun keberadaan memberikan akses cepat ke dana, penting untuk memahami alasan dibalik keputusan mahasiswa untuk melakukan pinjaman online. Ada beberapa faktor dan alasan yang mendorong mahasiswa untuk melakukan pinjol. Diantaranya adalah faktor kebutuhan mendesak dan tidak terduga. Situasi seperti biaya kesehatan mendadak, peralatan atau buku kuliah yang mahal, atau keperluan mendesak lainnya bisa menjadi pemicu pengambilan peminjaman online. Selain itu faktor Keterbatasan sumber keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau akademis menjadi salah satu alasan mahasiswa melakukan pinjaman online sebagaisumber dana tambahan. Baik itu dikarenakan keterbatasan pekerjaan paruh waktu atau keterbatasan dukungan keluarga.

Minimnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa dapat menjadi hambatan serius dalam pengelolaan pinjaman online. Upaya untuk meningkatkan pemahaman finansial melalui program pendidikan, sumber daya online, kerjasama dengan lembaga keuangan, dan penyampaian informasi yang jelas dapat membantu mengatasi tantangan ini. Dengan literasi keuangan yang lebih baik, mahasiswa dapat membuat keputusan finansial yang lebih informan dan meminimalkan risiko terkait dengan pinjaman online.

Proses pengajuan pinjaman online yang mudah serta kemudahan akses melalui platform digital membuat pinjaman online sangat menggiurkan bagi mahasiswa. Dengan beberapa klik, mahasiswa dapat mengajukan pinjaman tanpa harus datang ke kantor bank atau menghadapi proses yang memakan waktu. Selain itu kemudahan dalam jaminan atau tidak adanya jaminan serta riwayat kredit yang baik dapat memudahkan mahasiswa mendapatkan dana tanpa harus melewati prosedur pengajuan yang rumit atau menyerahkan jaminan yang sulit seperti yang ada dalam pinjaman tradisional.

Pinjaman online telah menjadi pilihan finansial yang menarik, terutama di kalangan mahasiswa yang sering kali menghadapi tantangan keuangan. Meskipun memberikan kemudahan akses dana, perlu diperhatikan dengan serius dampak yang mungkin timbul. Terdapat berbagai implikasi positif dan risiko finansial yang mungkin terjadi akibat pinjaman online. Implikasi positif dari pinjaman online adalah kemudahan akses dan kecepatan pemrosesan. Mahasiswa dapat mengajukan pinjaman tanpa harus menghadiri pertemuan fisik atau melibatkan prosedur yang rumit. Hal ini memberikan keuntungan signifikan dalam mendapatkan dana yang dibutuhkan secara cepat, terutama dalam situasi mendesak.

Resiko finansial yang mungkin terjadi akibat pinjaman online adalah beban finansial dan terjebak dalam suku bunga yang tinggi. Suku bunga Suku bunga yang tinggi pada pinjaman online dapat mengakibatkan pembayaran bulanan yang signifikan. Selain itu banyak dari mahasiswa yang tidak waspada terhadap tingginya suku bunga ini mungkin menghadapi risiko terjebak dalam lingkaran utang. Selain itu penggunaan pinjaman online oleh mahasiswa sering kali tidak terbatas pada biaya pendidikan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika pinjaman ini menjadi sumber pendanaan utama untuk biaya hidup, maka dapat memengaruhi stabilitas keuangan mahasiswa secara keseluruhan.

Resiko kesehatan psikologis dan kesejahteraan mental menjadi perhatian serius dalam pinjaman online. Mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar pinjaman online mereka dapat mengalami stres psikologis yang signifikan. Data kesejahteraan mental dapat memberikan gambaran tentang hubungan antara tingkat utang dan kondisi psikologis mahasiswa. Selain itu dengan beban finansial yang meningkat, fokus dan kinerja akademik mahasiswa dapat terpengaruh. Mahasiswa mungkin harus bekerja lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka, yang dapat mengakibatkan waktu dan energi yang berkurang untuk belajar dan partisipasi aktif dalam kegiatan akademik.

Dengan kemudahan akses, fleksibilitas, dan proses yang cepat, pinjaman online menjadi solusi yang menarik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun demikian, penting bagi individu untuk menggunakan pinjaman ini secara bijaksana dan memahami sepenuhnya persyaratan dan konsekuensi finansial yang terkait. Dengan pendekatan yang hati-hati, pinjaman online dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk membantu individu mengatasi tantangan keuangan sehari-hari mereka.. Oleh karena itu perlu adanya penerapan manajemen resiko yang efektif untuk mencegah dampak negatif pada kesejahteraan finansial mahasiswa.

Manajemen risiko yang baik bukanlah sekadar strategi untuk menghindari masalah, tetapi merupakan fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan. Fungsi manajemen risiko yang efektif mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merespon suatu masalah dengan cepat dan efisien. Oleh karena itu perlu adanya strategi pengembangan manajemen resiko yang ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan kemungkinan serta mengurangi dampak peristiwa resiko.

Strategi miitigasi resiko dalam pinjaman online merupakan salah satu strategi penerapan manajemen resiko yang efektif. Karena dengan mitigasi resiko kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa serta dampak negatif akibat peristiwa resiko yang tidak diinginkan. Strategi mitigasi risiko yang efektif dalam pinjaman online memerlukan kombinasi penelitian cermat, pemahaman ketentuan, penilaian kemampuan pembayaran, pembatasan penggunaan dana, rencana darurat, pemantauan berkala, dan diversifikasi sumber dana. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, individu dapat mengambil pinjaman online dengan lebih bijak, menjaga keseimbangan finansial, dan menghindari risiko yang tidak perlu.

Manajemen risiko yang baik adalah kunci untuk mengelola tantangan finansial yang mungkin muncul dari pinjaman online. Dengan identifikasi, penilaian, dan implementasi strategi pengelolaan risiko yang efektif, individu dapat meminimalkan risiko dan menjaga keseimbangan keuangan mereka. Manajemen risiko adalah seni untuk menjaga kesejahteraan finansial dalam lingkungan pinjaman online yang dinamis dan serba cepat.(Muhammad Syafiq Haiban)