Siti Nursarah : Tidak Benar HM Alias Nur Miliki “Harta Berlimpah” dan 3 Istri

Siti Nursarah  : Tidak Benar HM Alias Nur Miliki “Harta Berlimpah” dan 3 Istri
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Dinsos (Dinas Sosial) Kota Bogor Siti Nursarah

welovebogor. Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Dinsos (Dinas Sosial) Kota Bogor Siti Nursarah  membeberkan,  terkait HM Alias Nur  pengemis tanpa hidung yang sempat viral,  diduga  memiliki sejumlah angkot  dan memiliki 3 istri, dibantah  setelah petugas Dinsos Kota Bogor melakukan investigasi ke lokasi tersebut  terkait  kebenaranyna apa yang sudah di hebohkan mempunyai 3 istri  dan 1 unit Minibus( avanza).

 

“setelah kami amankan HM Alias Nur,  demi ketertiban jalan raya (Kota Bogor) ,  kemudiian kami bersama tim dinsos kota Bogor,  ternyata tidak benar apa yang sudah viralkan  terkait tanah yang luas dan memilki mobil, justru sebaliknya,  beliau itu hidup digaris bawah kemiskinan ujarya kepada suryabogor saat dikonfirmasi (Kamis,11/07/2019).

 

HM aias Nur setelah dipulangkan  ke tempat tinggal asalnya di daerah Cibungbulang Kab Bogor,  ngiris  rumah yang ia tinggal pun hanya cukup 2 orang saja untuk masuk keruangan tamu  sehingga kami pun hanya bisa diluar ketika kami sedang mengadakan mediasi imbuhnya.

 

Terkait sempat heboh memilki 3 istri memang benar kata kabid Rehabilitasi Sosial Siti Nursarah,  namun telah terjadi 3 kali  menikah secara berurutan lantaran ditinggal istri meninggal dunia (wafat)  jadi bukan memiliki 3 orang istri melainkan pernah tiga kali menikah tegasnya

 

Siti Nursarah berharap kepada masyarakat agar jangan terlalu cepat mensahre info yang  belum tetntu kebenaranya seharusnya dicek dan dikonfirmasi sebelum di sebarluaskan atau di delet  saja agar tidak timbul fitnh dan tuduhan yang tidak benar ujarnya.

 

Lanjut beliau,  terkait HM Alias Nur telah diserahkan kepada prangkat Desa stempat bagaimana caranya agar beliau tidak melakukan kembali dan layak untuk menikmati  hidup pada umumnya,akan tetapi  itu semua kebijakan ada disana, (Aparat Desa setempat ) adapun kami sebagai petugas dari dinas sosial kota Bogor hanya memulangkan kekampung halamannya dan menyerahkan  kepada prangkat Desa stempat tutupnya  (edi/Lis)

welovebogor. Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Dinsos (Dinas Sosial) Kota Bogor Siti Nursarah  membeberkan,  terkait HM Alias Nur  pengemis tanpa hidung yang sempat viral,  diduga  memiliki sejumlah angkot  dan memiliki 3 istri, dibantah  setelah petugas Dinsos Kota Bogor melakukan investigasi ke lokasi tersebut  terkait  kebenaranyna apa yang sudah di hebohkan mempunyai 3 istri  dan 1 unit Minibus( avanza).

 

“setelah kami amankan HM Alias Nur,  demi ketertiban jalan raya (Kota Bogor) ,  kemudiian kami bersama tim dinsos kota Bogor,  ternyata tidak benar apa yang sudah viralkan  terkait tanah yang luas dan memilki mobil, justru sebaliknya,  beliau itu hidup digaris bawah kemiskinan ujarya kepada suryabogor saat dikonfirmasi (Kamis,11/07/2019).

 

HM aias Nur setelah dipulangkan  ke tempat tinggal asalnya di daerah Cibungbulang Kab Bogor,  ngiris  rumah yang ia tinggal pun hanya cukup 2 orang saja untuk masuk keruangan tamu  sehingga kami pun hanya bisa diluar ketika kami sedang mengadakan mediasi imbuhnya.

 

Terkait sempat heboh memilki 3 istri memang benar kata kabid Rehabilitasi Sosial Siti Nursarah,  namun telah terjadi 3 kali  menikah secara berurutan lantaran ditinggal istri meninggal dunia (wafat)  jadi bukan memiliki 3 orang istri melainkan pernah tiga kali menikah tegasnya

 

Siti Nursarah berharap kepada masyarakat agar jangan terlalu cepat mensahre info yang  belum tetntu kebenaranya seharusnya dicek dan dikonfirmasi sebelum di sebarluaskan atau di delet  saja agar tidak timbul fitnh dan tuduhan yang tidak benar ujarnya.

 

Lanjut beliau,  terkait HM Alias Nur telah diserahkan kepada prangkat Desa stempat bagaimana caranya agar beliau tidak melakukan kembali dan layak untuk menikmati  hidup pada umumnya,akan tetapi  itu semua kebijakan ada disana, (Aparat Desa setempat ) adapun kami sebagai petugas dari dinas sosial kota Bogor hanya memulangkan kekampung halamannya dan menyerahkan  kepada prangkat Desa stempat tutupnya  (edi/Lis)