SMKN 4 Kota Bogor Prioritaskan Program Pendidikan Karakter

 SMKN 4  Kota Bogor  Prioritaskan Program Pendidikan Karakter

Lembaga pendidikan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab mencerdaskan anak bangsa. Tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas dalam bersikap dan berakhlak baik

Sesuai konsep di Kurikulum 2013, tidak hanya dalam akademik semata, tetapi juga terdapat penilaian sikap. Hal tersebut menjadi salah satu indikator dalam hal ketuntasan belajar para siswa

“Kita harus kondisikan siswa dengan karakter yang baik, jika tidak maka dalam proses kegiatan belajar mengajar kurang maksimal,” kata Joni Alwis kepala Sekolah SMK Negei 4 Kota Bogor.

 Dijelaskan bahwa, guru terus mengawasi dan memberi perhatian kepada anak. Hasil dari nilai perilaku, nantinya akan ditunjukkan kepada orang tua saat penerimaan rapor. Jika ada siswa mempunyai catatan yang kurang baik, maka sekolah mengajak dan menyadarkan orang tua dalam perbaikan perilaku anak.

Selain peningkatan nilai akademik siswa, SMKN 4 Kota Bogo sendiri juga melakukan berbagai upaya mengedepankan pendidikan karakter siswa. Dimulai dari cara berpenampilan siswa sampai ke dalam aktifitas kegiatan belajar sehari-hari

.“Pukul 06.30 WIB mayoritas siswa sudah datang ke sekolah dan saat memasuki gerbang sekolah akan diperiksa cara penampilannya sesuai dengan aturan sekolah. Jika ada yang tidak sesuai, maka akan ditindaklanjuti dan menjadi catatan guru,” imbuh Joni Alwis

.Setiap pagi, siswa yang beragama Islam dibimbing untuk berangkat ke masjid dan sholat dhuha, sholat hajat, membaca asmaul husna dan diberikan kultum motivasi siswa. Kegiatan tersebut didampingi oleh guru terkait, terutama guru BK (Bimbingan Konseling) dan guru Agama.

 Sekolah pun memberlakukan wajib sholat dzuhur berjamaah di sekolah dan pada Jumat mengadakan Tadarus Alquran yang digilir setiap kelas pada pukul 11.15 sampai 11.45 WIB. Pada pukul 12.00 WIB para siswa sholat Jumat bersama di masjid sekolah.

 “Untuk siswa yang tidak sholat Jumat disini, mereka sholat di lingkungan masing-masing. Mereka melaporkan kepada wali kelas lokasi sholatnya dimana, imamnya siapa dan isi khutbahnya apa. Jadi itu cara backup kita kepada anak,” jelasnya

 Hal lain yang tidak kalah pentingnya ialah semua guru sepakat berkomitmen untuk peduli terhadap siswa. Ketika saat ada pelanggaran, maka guru yang bersangkutan langsung dengan tanggap mengingatkan, membina dan menindaklanjuti.

 Melihat kondisi siswa dengan karakter dan latar belakang yang beda-beda, menjadikan semua guru harus terlibat bersama dalam mendidik karakter siswa. Sebagai salah satu wujud dalam memberikan contoh yang baik, semua guru yang beragama Islam juga ikut tertib sholat berjamaah bersama siswa

. “Kita harapkan pihak orang tua juga ikut mem-bakcup anak di rumah. Bagaimanapun, kalau lingkungan di rumahnya beres, sekolahnya juga beres, sederhananya kan begitu. Kalau ada anak yang tidak beres disini, meksipun tidak selalu, tapi biasanya permasalahannya berawal dari rumah,” ujarnya. (edi)