Strategi Manajemen Risiko dalam Era Digital

Strategi Manajemen Risiko dalam Era Digital

Strategi Manajemen Risiko dalam Era Digital

 oleh: Siti khairunnisa (stei sebi)

Abstrak

Lembaga keuangan telah melakukan pembaruan penyediaan layanan berbasis teknologi untuk menjaga keseimbangan perusahaan di era digitalisasi saat ini, di mana masyarakat semakin mengandalkan teknologi dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya menerapkan strategi manajemen risiko melalui pengembangan layanan menggunakan teknologi informasi (TI) di lembaga keuangan saat ini. Metodologi yang digunakan adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi manajemen risiko dalam penggunaan layanan digital sangat diperlukan untuk membatasi risiko dan melindungi pengguna serta lembaga keuangan dari potensi ancaman keamanan yang dapat timbul. Dalam konteks ini, penggunaan TI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan aksesibilitas layanan, tetapi juga memerlukan perhatian yang serius terhadap aspek keamanan dan manajemen risiko untuk menjaga integritas dan kepercayaan dalam lingkungan digital.

Kata Kunci: Strategi, Manajemen Risiko, Teknologi, Era Digitalisasi

 

Pendahuluan

Dalam era digital yang terus berkembang, teknologi memberikan peluang bagi industri untuk maju namun juga membawa risiko yang perlu dikelola dengan baik oleh organisasi. Pemanfaatan mesin berbasis teknologi tinggi dan sistem informasi menuntut manajemen risiko sebagai solusi untuk mengelola risiko yang muncul seiring dengan proses digitalisasi. Banyak perusahaan di seluruh dunia mengintegrasikan teknologi digital ke dalam strategi mereka dengan fokus pada modernisasi infrastruktur data (Chen & Jianhui, 2022). Namun, mereka juga harus menghadapi kekhawatiran terkait risiko etis dari adopsi teknologi yang dapat mempengaruhi strategi perusahaan. Situasi ini menegaskan perlunya pemahaman yang mendalam dalam mengelola risiko teknologi.(Muhlis, 2020)

Di era digital saat ini, manajemen risiko sangat penting untuk mengevaluasi berbagai risiko yang terkait dengan teknologi digital. Risiko bisnis yang muncul meliputi ancaman terhadap sistem informasi seperti serangan peretasan, malware, dan pencurian identitas, yang dapat berdampak signifikan terhadap kontinuitas operasional perusahaan. Selain itu, risiko lainnya meliputi risiko perangkat teknologi, risiko dalam pemasaran digital, risiko pembayaran digital, serta potensi risiko yang terkait dengan bisnis startup dan berbagai risiko digital lainnya. Risiko digital secara substansial mencakup adaptasi dan penyesuaian terhadap proses otomatisasi data, analitika, teknologi informasi, dan penataan organisasi secara komprehensif (Menzefricke et al., 2021).

Saat ini, banyak aktivitas yang beralih ke ranah digital yang terkoneksi melalui internet, mencerminkan era disrupsi. Perkembangan teknologi yang pesat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan masyarakat, menghasilkan peluang bisnis baru terutama di sektor layanan keuangan. Hal ini diperkuat dengan diberlakukannya Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 Pasal 1, yang mengatur layanan teknologi informasi yang memfasilitasi pertemuan antara pemilik modal atau pemberi pinjaman dengan peminjam melalui perjanjian pinjaman. Peraturan ini memperluas ruang bagi penyedia jasa keuangan untuk mengembangkan teknologi informasi berbasis financial technology (FINTECH).

 

Strategi Manajemen Risiko dalam Era Digital

Pentingnya strategi manajemen risiko dalam era digital sangatlah krusial mengingat transformasi mendalam yang dibawa oleh teknologi terhadap berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan mengapa strategi manajemen risiko sangat penting dalam konteks digitalisasi:

 Perlindungan terhadap Ancaman Keamanan Cyber: Di era digital, ancaman terhadap keamanan informasi dan data merupakan tantangan utama. Serangan peretasan, malware, pencurian identitas, dan serangan cyber lainnya dapat menyebabkan kerugian finansial besar, kehilangan data sensitif, serta kerusakan reputasi perusahaan. Strategi manajemen risiko yang efektif akan membantu mengidentifikasi potensi ancaman ini, mengimplementasikan langkah-langkah pengamanan yang tepat, dan merespons dengan cepat ketika insiden terjadi.

Peningkatan Efisiensi Operasional: Penggunaan teknologi dalam proses bisnis dapat meningkatkan efisiensi operasional. Namun, tanpa manajemen risiko yang baik, pengadopsian teknologi ini juga dapat menghadirkan risiko terkait seperti kegagalan sistem, ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dan ketidaktepatan waktu dalam pengembangan teknologi baru. Strategi manajemen risiko yang terintegrasi akan membantu perusahaan untuk mengelola risiko-risiko ini dengan memprioritaskan keberlangsungan operasional yang lancar dan efisien.

Penyelarasan dengan Kebutuhan Regulasi dan Kepatuhan: Dalam lingkungan hukum yang semakin kompleks, perusahaan diharuskan untuk mematuhi berbagai regulasi terkait keamanan data, privasi konsumen, dan transparansi operasional. Strategi manajemen risiko yang kuat akan membantu perusahaan untuk memahami dan mematuhi persyaratan hukum ini dengan baik, mengurangi risiko terkait sanksi hukum, dan menjaga reputasi perusahaan.

Pengelolaan Risiko Reputasi: Digitalisasi memungkinkan informasi tersebar dengan cepat di platform online. Manajemen risiko dalam hal reputasi sangat penting untuk mengantisipasi dan menanggapi isu-isu yang muncul di media sosial atau platform lainnya yang dapat merusak citra perusahaan. Dengan adanya strategi manajemen risiko yang terarah, perusahaan dapat secara proaktif memitigasi risiko reputasi dan membangun kepercayaan di antara pemangku kepentingan.

novasi dan Pertumbuhan Bisnis: Teknologi digital juga membawa peluang untuk inovasi produk, layanan, dan model bisnis baru. Strategi manajemen risiko yang baik tidak hanya melindungi perusahaan dari risiko-risiko yang ada, tetapi juga memfasilitasi eksplorasi terhadap peluang-peluang baru dengan meminimalkan risiko terkait. 

Peningkatan Ketahanan Terhadap Krisis: Krisis seperti pandemi atau bencana alam dapat mempengaruhi operasi bisnis secara mendadak. Manajemen risiko yang efektif akan membantu perusahaan untuk membangun ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan eksternal yang tidak terduga, baik melalui strategi pengelolaan risiko operasional maupun teknologi.

 Peningkatan Kepercayaan Pemangku Kepentingan: Dalam era di mana transparansi dan akuntabilitas semakin diutamakan, perusahaan yang mampu menunjukkan komitmen terhadap manajemen risiko yang baik akan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari investor, klien, dan masyarakat umum. Ini dapat menghasilkan keuntungan kompetitif yang signifikan bagi perusahaan di pasar global yang semakin terhubung.

Dengan demikian, strategi manajemen risiko tidak hanya penting untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko-risiko yang muncul dari digitalisasi, tetapi juga untuk memanfaatkan potensi positif yang ditawarkan oleh teknologi dalam memperkuat keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis secara keseluruhan. Perusahaan yang berhasil dalam mengelola risiko di era digital akan mampu mengambil langkah-langkah proaktif untuk mencapai tujuan strategis jangka panjang mereka dengan lebih baik.

 

Tantangan dalam Manajemen Risiko Digital

Manajemen risiko digital dihadapkan pada sejumlah tantangan kompleks seperti keamanan cyber, kepatuhan regulasi yang ketat, reputasi perusahaan yang rentan terhadap eksposur negatif online, ketergantungan yang tinggi pada teknologi, pengelolaan data yang kompleks, adaptasi terhadap perubahan teknologi yang cepat, dan pengelolaan keterbatasan sumber daya dalam menghadapi risiko digital. Banyak organisasi mungkin tidak sepenuhnya menyadari potensi risiko yang terkait dengan teknologi digital. Kecepatan Perubahan Teknologi juga mempengaruhi dalam menghasilkan risiko baru secara terus-menerus yang sulit diprediksi atau dipersiapkan.

Tantangan-tantangan ini menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dan terintegrasi dalam manajemen risiko digital, di mana mitigasi risiko tidak hanya menjadi tanggung jawab departemen IT, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan secara keseluruhan untuk mencapai keberlanjutan dan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam era digital.

 

Pendekatan Strategis dalam Manajemen Risiko Digital

Pendekatan strategis dalam manajemen risiko digital mengintegrasikan berbagai elemen untuk mengelola risiko secara efektif. Ini meliputi pemahaman yang mendalam tentang lanskap keamanan cyber dan ancaman yang ada, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Perusahaan juga perlu membangun budaya yang sadar akan risiko digital di semua tingkatan organisasi, dengan memfokuskan pada pengembangan kebijakan dan prosedur yang sesuai. Di samping itu, respons cepat dan adaptasi terhadap perubahan teknologi yang cepat menjadi kunci untuk memastikan bahwa strategi manajemen risiko dapat menjaga integritas operasional dan reputasi perusahaan. Penting juga untuk mengintegrasikan pemantauan dan evaluasi secara terus-menerus terhadap risiko yang mungkin timbul, serta membangun kapasitas organisasi dalam menghadapi krisis digital. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memaksimalkan potensi inovasi dan pertumbuhan yang ditawarkan oleh teknologi digital, sambil meminimalkan dampak dari risiko yang terkait.

 

Contoh Studi Kasus: Perusahaan SHIRO dalam Mengimplementasikan Strategi Manajemen Risiko Digital

Misalnya, Perusahaan SHIRO telah mengadopsi pendekatan holistik terhadap manajemen risiko digital dengan menetapkan tim internal khusus untuk mengelola keamanan siber, mengimplementasikan sistem pemantauan yang canggih, dan secara rutin melakukan simulasi uji coba untuk menguji kesiapan mereka dalam menghadapi serangan siber. Hasilnya, perusahaan dapat mengurangi risiko yang dihadapi dan meningkatkan kepercayaan pelanggan serta keberlanjutan bisnis mereka.

 

Kesimpulan

Dalam menghadapi tantangan dari era digital yang terus berubah, strategi manajemen risiko yang efektif adalah kunci untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan organisasi. Dengan memprioritaskan kesadaran, teknologi pemantauan yang canggih, dan kemitraan strategis, organisasi dapat mengurangi risiko yang terkait dengan teknologi digital dan memanfaatkan peluang dengan lebih efektif. pentingnya strategi manajemen risiko dalam konteks digitalisasi yang sedang berlangsung di lembaga keuangan. Transformasi digital telah menghadirkan peluang baru namun juga menuntut perlunya perlindungan yang serius terhadap keamanan data dan sistem informasi. Dalam konteks ini, penerapan strategi manajemen risiko melalui teknologi informasi menjadi krusial untuk membatasi risiko serta menjaga integritas dan kepercayaan dalam lingkungan digital yang dinamis. Perusahaan yang mampu mengelola risiko dengan baik tidak hanya melindungi diri dari ancaman cyber dan reputasi yang rentan, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi inovasi dan pertumbuhan bisnis yang ditawarkan oleh teknologi digital secara efektif. Dengan demikian, pendekatan holistik dalam manajemen risiko digital menjadi kunci untuk mencapai keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang dalam era digital ini.

Dengan demikian, adaptasi strategi manajemen risiko dalam era digital bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mutlak bagi setiap organisasi yang ingin tetap kompetitif dan aman di pasar global yang semakin terhubung dan kompleks ini.